
SRMA 23 Pacitan merupakan salah satu sekolah rakyat di kabupaten Pacitan. Sekolah Rakyat Menengah Atas 23 Pacitan tidak hanya mengedepankan akademik siswanya saja. Sekolah rakyat dısını membentuk karakter disiplin, mandırı, berpkir kritis, serta berjiwa kepemimpinan.
Di Sekolah Rakyat, siswa tidak hanya dibekali pelajaran akademik tetapi juga non akademik yang bisa mengembangkan minat dan bakat siswa, salah satunya melalui ekstrakurikuler. Kegiatan non akademik di sini mampu mengasah kemampuan berpikir kritis serta kreativitas siswa dalam berproses menjadi generasi yang bermanfaat
Di SRMA 23 Pacitan terdapat berbagai ekstrakurikuler yaitu Sains Club, PMR, Digital Creative, KIR (Karya Ilmiah Remaja), Risma (Remaja Islam Masjid), Public Speaking, Seni Musik, Seni Rupa, Seni Tarı, Pramuka, Jujitsu dan Olahraga Voli.
Salah satu ekstrakurikuler yang mampu mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatifitas adalah KIR (Karya Ilmiah Remaja). Karya Ilmiah Remaja adalah ekstrakurikuler yang mengedepankan kemampuan menyusun karya-karya ilmiah salah satunya melakukan penelitian dan observası dalam berbagai hal. 
KIR Juga menjadı ekstrakurikuler yang di harapkan mampu mengembangkan pola berpikir yang logis. Dalam ekstrakurikuler KIR kita juga akan belajar tentang karya fiksi seperti puisi, cerpen, dan karya-karya lainnya. Jadı kıta juga mampu mengembangkan imajinası dı ekstrakurikuler KIR dengan membuat karya. karya tersebut.
Keberadaan SRMA 23 Pacitan menunjukkan komitmen kuat sekolah rakyat dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara karakter. Melalui beragam kegiatan ekstrakurikuler, siswa diberi ruang untuk tumbuh, berekspresi, dan mengembangkan potensi diri sesuai minat dan bakat masing-masing.
Dengan dukungan program seperti KIR dan kegiatan nonakademik lainnya, SRMA 23 Pacitan diharapkan mampu melahirkan siswa yang berpikir kritis, kreatif, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat. Sekolah ini menjadi bukti bahwa pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter adalah fondasi penting bagi masa depan generasi muda.
oleh Revika Nur Agustin (X3) dan Cindy Aprilia (X4)




